Perempuan di Kobar, Kalimantan Tengah, terluka parah diduga dibakar mantan suami. Polisi masih menyelidiki motif dan memburu pelaku.
Perempuan di Kobar Kalimantan Tengah Terluka Parah Diduga Dibakar Mantan Suami

Perempuan di Kobar Kalimantan Tengah Terluka Parah Diduga Dibakar Mantan Suami

Kalimantan, 14 Juni 2026. Seorang perempuan di Kabupaten Kotawaringin Barat atau Kobar, Kalimantan Tengah, mengalami luka bakar serius setelah diduga menjadi korban pembakaran oleh mantan suaminya. Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga setempat karena terjadi di wilayah Kalimantan dan berkaitan dengan dugaan kekerasan dalam relasi pribadi.

Korban disebut mengalami luka parah dan harus segera mendapatkan perawatan medis. Dugaan sementara, peristiwa itu terjadi setelah korban dan terduga pelaku terlibat persoalan pribadi. Namun, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap serta motif di balik kejadian tersebut.

Aparat kepolisian di Kobar, Kalimantan Tengah, masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui bagaimana dugaan pembakaran itu terjadi dan apa yang menjadi pemicu tindakan tersebut.

Petugas juga menelusuri keberadaan terduga pelaku yang disebut melarikan diri setelah kejadian. Polisi meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait kasus ini agar segera melapor dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Akibat kejadian tersebut, korban harus menjalani perawatan intensif karena luka bakar yang dialaminya cukup serius. Kondisi korban menjadi perhatian keluarga, warga, dan aparat setempat.

Kasus ini menambah daftar peristiwa kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di wilayah Kalimantan. Peristiwa semacam ini dinilai perlu mendapat perhatian serius agar korban memperoleh perlindungan, pendampingan, dan proses hukum yang jelas.

Masyarakat Kobar, Kalimantan Tengah, berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini secara terang. Selain menangkap terduga pelaku, aparat juga diharapkan dapat memastikan korban mendapat perlindungan selama proses hukum berjalan.

Peristiwa dugaan pembakaran ini menjadi pengingat bahwa konflik rumah tangga maupun hubungan pribadi tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan. Penegakan hukum yang tegas diperlukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di Kalimantan maupun daerah lainnya.