Kalimantan, 28 April 2026. Kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Kalimantan pada Selasa (28/4/2026) didominasi hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat. Sejumlah daerah bahkan dilaporkan berpotensi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.
Berdasarkan pemantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pola atmosfer di wilayah Kalimantan saat ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas awan konvektif. Kondisi tersebut dipicu oleh pertemuan massa udara (konvergensi) yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan menjadi lebih signifikan. Di Kalimantan Barat, wilayah seperti Pontianak, Kubu Raya, dan sekitarnya diprakirakan mengalami hujan ringan pada pagi hari, kemudian meningkat menjadi sedang pada siang hingga sore. Sementara itu, daerah pedalaman seperti Sintang dan Kapuas Hulu berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebih tinggi.
Situasi serupa juga terjadi di Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin dan Banjarbaru diprediksi menghadapi hujan yang disertai kilat serta angin kencang. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan. Di Kalimantan Timur, Samarinda dan Balikpapan turut mengalami peningkatan intensitas hujan pada sore hari. Beberapa titik dilaporkan mengalami genangan sementara akibat sistem drainase yang belum sepenuhnya optimal menampung debit air.
Sementara itu, wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara tidak luput dari pengaruh cuaca serupa. Palangka Raya dan Tanjung Selor diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang, dengan potensi peningkatan intensitas pada malam hari. BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi. Selain itu, aktivitas yang melibatkan area terbuka, seperti pertanian dan perjalanan jarak jauh, disarankan untuk memperhatikan perkembangan cuaca secara berkala.
“Potensi hujan disertai petir dan angin kencang perlu diantisipasi, terutama pada periode siang hingga malam hari,” demikian imbauan resmi BMKG dalam keterangannya.
Di tengah kondisi ini, sejumlah warga mengaku mulai menyesuaikan aktivitas harian mereka. Penggunaan perlengkapan hujan serta pengaturan jadwal kerja menjadi langkah sederhana yang dilakukan untuk menghindari risiko akibat cuaca ekstrem.
Pemerintah daerah di masing-masing provinsi juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam mengantisipasi kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir lokal dan tanah longsor di wilayah rawan. Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, masyarakat Kalimantan diimbau untuk terus mengikuti informasi terbaru dari BMKG serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas.
Baca Juga Berita : Cuaca Kalimantan Timur Cenderung Cerah, Aktivitas Warga Berjalan Lancar

