Banua Rally 2026 resmi dibuka di Banjarbaru, menguatkan posisi Kalsel sebagai tuan rumah reli nasional menuju level internasional.
Banua Rally 2026 Resmi Dibuka di Banjarbaru, Kalsel Bidik Level Internasional

Banua Rally 2026 Resmi Dibuka di Banjarbaru, Kalsel Bidik Level Internasional

Kalimantan, 8 Mei 2026. Kalimantan Selatan kembali menjadi perhatian dunia otomotif nasional setelah Banua Rally 2026 resmi dibuka di kawasan Citra Mandiri City (CMC), Banjarbaru, Jumat, 8 Mei 2026. Ajang ini menjadi seri pembuka Putaran 1 dan 2 Kejuaraan Nasional Rally Indonesia 2026 yang berlangsung pada 8–10 Mei 2026.

Pembukaan Banua Rally 2026 menjadi momentum penting bagi Kalimantan Selatan. Selain menjadi arena persaingan para pereli nasional, kegiatan ini juga dipandang sebagai pembuktian kesiapan daerah dalam menggelar event otomotif berskala lebih besar. IMI Pusat menilai penyelenggaraan Banua Rally 2026 dapat menjadi pijakan bagi Kalsel untuk naik kelas menuju ajang reli internasional.

Banua Rally Jadi Seri Pembuka Kejurnas 2026

Banua Rally 2026 digelar sebagai putaran pertama dan kedua dari rangkaian Kejurnas Rally Indonesia musim 2026. Seluruh kegiatan utama dipusatkan di kawasan Citra Mandiri City Banjarbaru, mulai dari area servis, scrutineering, seremoni pembukaan, hingga penutupan. Lintasan tambahan juga melintasi kawasan Martadah dan Pelaihari.

Dalam format perlombaan, setiap putaran terdiri atas enam special stage dengan total jarak lebih dari 70 kilometer. Karakter lintasan menggabungkan permukaan gravel dan aspal, sehingga menuntut konsistensi pereli, ketahanan kendaraan, serta ketepatan navigasi sepanjang lomba.

Rangkaian acara dimulai sejak Rabu dengan survei lintasan dan pembagian atribut peserta. Kamis dilanjutkan dengan scrutineering dan shakedown. Jumat menjadi agenda briefing serta seremoni pembukaan, sebelum lomba Putaran 1 digelar pada Sabtu dan Putaran 2 pada Minggu.

IMI Pusat Nilai Kalsel Layak Naik Kelas

Ketua Umum IMI Pusat Moreno Soeprapto menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Banua Rally 2026. Menurutnya, ajang tersebut menunjukkan kesiapan Kalimantan Selatan untuk menjadi kandidat tuan rumah Asia Pacific Rally Championship atau APRC, ajang reli bergengsi di bawah naungan Federation Internationale de l’Automobile untuk kawasan Asia dan Oceania.

Moreno menilai pelaksanaan Banua Rally 2026 berjalan aman, lancar, dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Dukungan tersebut dianggap sebagai modal penting apabila Kalimantan Selatan ingin mengajukan diri sebagai salah satu kandidat tuan rumah APRC, selain Sumatera Utara.

Ia juga menyoroti penggunaan perangkat pelacak atau tracker buatan dalam negeri yang dipasang pada mobil reli. Sistem ini menjadi salah satu parameter teknis yang dipersiapkan IMI Pusat untuk mendorong penyelenggaraan reli nasional menuju standar APRC hingga World Rally Championship.

Diikuti Puluhan Pereli Nasional

Banua Rally 2026 menarik perhatian komunitas reli nasional. Sejumlah laporan menyebut ajang ini diikuti 45 pereli dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk nama-nama yang sudah dikenal di dunia reli nasional.

Persaingan diperkirakan berlangsung ketat, terutama karena lintasan yang disiapkan memiliki karakter teknis, cepat, dan menantang. Kombinasi jalur gravel, gundukan, serta titik lompatan membuat pereli harus menjaga fokus sejak awal hingga akhir special stage.

Bagi peserta, Banua Rally bukan hanya soal kecepatan. Ketahanan kendaraan, akurasi pacenote, komunikasi antara driver dan co-driver, serta strategi menjaga ritme menjadi faktor penting untuk meraih hasil maksimal.

Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Daerah

Penyelenggaraan Banua Rally 2026 juga membawa nilai ekonomi bagi Kalimantan Selatan. Kehadiran pereli, tim mekanik, kru pendukung, sponsor, komunitas otomotif, dan penonton dari berbagai daerah berpotensi menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, serta UMKM lokal.

Ketua IMI Kalimantan Selatan Edy Sudarmadi sebelumnya menyebut ajang ini menjadi momentum bagi daerah untuk mengangkat nama Kalsel ke tingkat nasional hingga internasional. Event reli juga diharapkan dapat memperkuat citra Kalimantan Selatan sebagai salah satu destinasi sport tourism di Indonesia.

Dengan pusat kegiatan di Banjarbaru dan lintasan yang menjangkau beberapa wilayah sekitar, Banua Rally 2026 tidak hanya menjadi tontonan otomotif, tetapi juga sarana promosi daerah. Penonton dapat menyaksikan atmosfer balap reli sekaligus mengenal potensi wisata dan lanskap Kalimantan Selatan.

Pembinaan Pereli Lokal Jadi Sorotan

Selain aspek penyelenggaraan, Banua Rally 2026 juga menjadi ruang pembinaan bagi pereli lokal. IMI Pusat menilai munculnya pembalap dari Kalimantan Selatan sebagai tanda positif bagi regenerasi atlet otomotif daerah.

Kehadiran pereli muda dari tuan rumah memberi harapan baru bagi perkembangan reli di Kalsel. Dengan jam terbang di ajang nasional, para atlet lokal memiliki kesempatan untuk mengukur kemampuan menghadapi pereli dari berbagai daerah yang sudah lebih berpengalaman.

Apabila pembinaan dilakukan secara konsisten, Banua Rally dapat menjadi agenda strategis untuk mencetak pereli lokal yang mampu bersaing di level nasional, bahkan internasional.

Kalsel Punya Modal Menuju APRC

Banua Rally 2026 menjadi ujian penting bagi Kalimantan Selatan. Dari sisi lintasan, kesiapan teknis, dukungan pemerintah, partisipasi peserta, hingga antusiasme masyarakat, ajang ini memperlihatkan bahwa Kalsel memiliki modal untuk naik ke panggung yang lebih besar.

Namun, menuju APRC tetap membutuhkan evaluasi menyeluruh. Standar keamanan, kesiapan marshal, fasilitas medis, manajemen penonton, sistem komunikasi, dan perangkat pendukung lomba harus terus diperkuat agar memenuhi standar internasional.

Jika konsistensi penyelenggaraan dapat dijaga, Banua Rally berpeluang menjadi agenda otomotif unggulan yang tidak hanya mengangkat prestasi olahraga, tetapi juga memberi dampak langsung bagi pariwisata dan ekonomi Kalimantan Selatan.

 

Baca Juga Berita : Pemkab Penajam Kalimantan Timur Prioritaskan Pembayaran Utang Pihak Ketiga Rp221 Miliar