14.000 hektare cetak sawah di Kalimantan Selatan mulai ditanami padi untuk memperkuat produksi pangan dan mendukung target swasembada nasional.
14.000 Hektare Cetak Sawah di Kalimantan Selatan Mulai Produktif, Pemerintah Kejar Target Swasembada Pangan

14.000 Hektare Cetak Sawah di Kalimantan Selatan Mulai Produktif, Pemerintah Kejar Target Swasembada Pangan

Kalimantan, 11 Mei 2026. Program cetak sawah di Kalimantan Selatan mulai menunjukkan hasil nyata. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sekitar 14.000 hektare lahan cetak sawah telah ditanami padi di sejumlah daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menyebut lahan yang sudah masuk tahap tanam tersebut tersebar di beberapa kabupaten, termasuk Tanah Laut dan Barito Kuala. Sebagian lahan baru memasuki masa tanam, sementara sebagian lainnya sudah mendekati atau masuk fase panen.

Program Cetak Sawah Masuk Tahap Produksi

Capaian 14.000 hektare ini menjadi bagian dari program perluasan lahan pertanian yang didorong pemerintah pusat sejak 2025. Program tersebut dirancang untuk memperkuat cadangan pangan nasional melalui pembukaan dan optimalisasi lahan baru yang bisa digunakan sebagai area persawahan produktif.

Di Kalimantan Selatan, target program cetak sawah mencapai 30.000 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 16.438 hektare sudah dikerjakan, dan sebagian besar di antaranya kini telah ditanami padi.

Syamsir menilai perkembangan ini menjadi sinyal positif karena lahan yang sebelumnya masuk dalam tahapan pengerjaan mulai bergerak ke fase produksi. Dengan begitu, dampak program tidak hanya terlihat dari sisi pembukaan lahan, tetapi juga dari potensi hasil panen yang dapat masuk ke rantai pasok pangan.

Berpotensi Tambah Puluhan Ribu Ton Gabah

Pemerintah daerah memperkirakan lahan cetak sawah yang sudah ditanami dapat memberi tambahan produksi gabah dalam jumlah besar. Jika rata-rata produktivitas lahan berada di kisaran lima ton gabah per hektare, maka 14.000 hektare sawah baru tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 70.000 ton gabah.

Tambahan produksi ini dinilai penting untuk menjaga posisi Kalimantan Selatan sebagai salah satu wilayah penyangga pangan di Kalimantan. Pada 2025, produksi gabah kering di provinsi tersebut dilaporkan mencapai sekitar 1,2 juta ton, dengan sentra utama berada di Barito Kuala, Tanah Laut, dan sejumlah daerah di kawasan Hulu Sungai.

Kalsel Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Kalimantan

Kalimantan Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu daerah pertanian penting di Pulau Kalimantan. Keberadaan lahan sawah baru diharapkan mampu memperluas basis produksi sekaligus mengurangi tekanan terhadap lahan lama yang selama ini menjadi penopang utama.

Program cetak sawah juga dinilai strategis karena kebutuhan pangan nasional terus meningkat. Dengan bertambahnya luas lahan tanam, pemerintah berharap produksi padi tidak hanya cukup untuk kebutuhan lokal, tetapi juga mampu memberi kontribusi lebih besar bagi pasokan regional.

Target 30.000 Hektare Masih Dikejar

Meski capaian 14.000 hektare sudah dinilai positif, pekerjaan pemerintah belum selesai. Target 30.000 hektare masih harus dikejar melalui penyelesaian lahan yang belum rampung dan penguatan infrastruktur pendukung pertanian.

Pada 2026, program cetak sawah di Kalimantan Selatan tetap dilanjutkan. Pelaksanaannya berada di bawah penanganan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian RI, dengan dukungan pemerintah daerah.

Tantangan berikutnya bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan area tersebut benar-benar produktif. Ketersediaan air, irigasi, akses alat pertanian, kualitas benih, serta pendampingan petani menjadi faktor penting agar sawah baru tidak berhenti pada tahap administrasi, tetapi mampu menghasilkan panen secara berkelanjutan.

Pemerintah Daerah Optimistis

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan optimistis program cetak sawah dapat memperkuat produksi padi daerah. Capaian lahan yang sudah ditanami menjadi bukti bahwa program tersebut mulai bergerak dari tahap perencanaan menuju hasil konkret di lapangan.

Jika target perluasan lahan dapat diselesaikan dan produktivitas tetap terjaga, Kalimantan Selatan berpeluang memperbesar kontribusinya terhadap agenda swasembada pangan nasional.

Keberhasilan ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi petani, terutama melalui peningkatan aktivitas pertanian, pembukaan lapangan kerja di sektor produksi pangan, dan bertambahnya nilai ekonomi di desa-desa sentra pertanian.

Penutup

Program cetak sawah seluas 14.000 hektare yang telah ditanami padi menjadi langkah penting bagi Kalimantan Selatan dalam memperkuat ketahanan pangan. Namun, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada pengelolaan lahan, dukungan irigasi, kesiapan petani, serta konsistensi pemerintah dalam menyelesaikan target 30.000 hektare.

Dengan potensi tambahan puluhan ribu ton gabah, Kalsel kini berada pada posisi strategis untuk semakin mempertegas perannya sebagai lumbung pangan utama di kawasan Kalimantan.

Baca Juga Berita : Pemkab Penajam Kalimantan Timur Prioritaskan Pembayaran Utang Pihak Ketiga Rp221 Miliar