Ekspedisi Rupiah 2026 BI jangkau wilayah sungai Kalimantan, distribusi uang layak edar dan edukasi QRIS ke daerah terpencil.
Ekspedisi Rupiah 2026, Bank Indonesia Jangkau Wilayah Sungai Kalimantan Terpencil

Ekspedisi Rupiah 2026, Bank Indonesia Jangkau Wilayah Sungai Kalimantan Terpencil

Kalimantan, 30 April 2026. Bank Indonesia kembali melanjutkan program Ekspedisi Rupiah 2026 dengan fokus menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Kalimantan yang masih sulit mengakses layanan perbankan. Kegiatan ini dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk unsur TNI Angkatan Laut, dengan menyusuri jalur sungai utama di Pulau Kalimantan.

Program ini menyasar daerah pedalaman yang berada di sepanjang aliran Sungai Mahakam, Barito, Kayan, hingga sejumlah anak sungai yang menjadi akses utama transportasi masyarakat setempat. Melalui ekspedisi ini, Bank Indonesia melakukan distribusi uang layak edar sekaligus penarikan uang tidak layak pakai dari peredaran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada ketersediaan uang fisik, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kedaulatan rupiah di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Selain layanan penukaran uang, tim ekspedisi juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS. Edukasi ini diharapkan dapat mempercepat inklusi keuangan di wilayah pedalaman yang selama ini masih bergantung pada transaksi tunai.

Masyarakat di beberapa desa yang disinggahi menyambut positif kegiatan tersebut. Banyak warga mengaku terbantu karena tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota hanya untuk menukar uang rusak atau mendapatkan uang pecahan baru, terutama menjelang kebutuhan ekonomi lokal seperti musim panen dan kegiatan perdagangan sungai.

Bank Indonesia menegaskan bahwa program Ekspedisi Rupiah akan terus dilanjutkan sepanjang 2026 dengan penyesuaian rute berdasarkan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Program ini menjadi salah satu strategi nasional dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran sekaligus memperkuat integrasi ekonomi di wilayah Kalimantan yang memiliki karakteristik geografis kompleks dan didominasi jalur sungai sebagai akses utama transportasi.