Kalimantan, 29 Juli 2026. Gangguan sistem kelistrikan masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Pada Rabu, 29 Juli 2026, pemadaman listrik kembali berlangsung secara bergilir di beberapa kawasan sebagai bagian dari pengaturan beban dan pekerjaan pemeliharaan jaringan.
Di Kalimantan Selatan, penghentian sementara pasokan listrik dilaporkan terjadi di wilayah pelayanan Banjarbaru dan sekitarnya. Sejumlah kawasan permukiman, fasilitas umum, ruas jalan utama, hingga area rumah sakit masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi terdampak. Durasi pemadaman di beberapa lokasi diperkirakan mencapai sekitar tiga setengah jam, meski waktu pelaksanaannya dapat berubah mengikuti kondisi sistem di lapangan.
Pemadaman yang terjadi pada akhir Juli ini merupakan kelanjutan dari gangguan pasokan daya yang telah berlangsung selama beberapa hari. Sebelumnya, masyarakat di Banjarmasin, Banjarbaru, Tabalong, dan sejumlah daerah lainnya juga mengalami pemadaman bergilir dengan jadwal berbeda-beda.
Gangguan tersebut berkaitan dengan berkurangnya kemampuan pasokan dari pembangkit yang melayani sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Pemeliharaan pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap membuat pengaturan beban harus dilakukan untuk mencegah gangguan yang lebih luas.
Kondisi tersebut memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama pelaku usaha yang membutuhkan pasokan listrik stabil. Sejumlah warga memilih menyiapkan sumber penerangan cadangan, mengisi daya perangkat elektronik lebih awal, serta menyesuaikan kegiatan rumah tangga dengan jadwal pemadaman.
Pelaku usaha makanan, jasa percetakan, bengkel, dan perdagangan juga harus melakukan penyesuaian. Sebagian menggunakan mesin pembangkit mandiri, sementara lainnya menghentikan kegiatan sementara karena peralatan tidak dapat beroperasi tanpa pasokan listrik.
Dalam proses pemulihan, PLN terus melakukan perbaikan dan penguatan pasokan dari sejumlah pembangkit. Salah satu unit PLTU Tanjung Power Indonesia di Kabupaten Tabalong yang sebelumnya mengalami gangguan dilaporkan telah kembali beroperasi penuh sejak 28 Juli 2026, lebih cepat dari target awal pada 30 Juli 2026. Pulihnya unit pembangkit tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan cadangan daya dan mengurangi pemadaman secara bertahap.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal. Proses penormalan sistem kelistrikan membutuhkan penyesuaian beban agar pasokan yang tersedia dapat disalurkan secara aman dan merata.
Warga juga disarankan mencabut peralatan elektronik ketika listrik padam untuk menghindari kerusakan akibat perubahan tegangan saat aliran listrik kembali menyala. Penggunaan lilin sebagai penerangan darurat perlu diawasi karena berisiko memicu kebakaran apabila diletakkan berdekatan dengan benda yang mudah terbakar.
Informasi pemadaman dan perkembangan penanganan gangguan dapat diperiksa melalui kanal resmi PLN atau aplikasi PLN Mobile. Pelanggan yang mengalami gangguan di luar jadwal juga dapat menyampaikan laporan melalui menu pengaduan dengan mencantumkan identitas pelanggan dan lokasi kejadian.
Pemulihan pasokan listrik diharapkan berlangsung secara bertahap setelah unit-unit pembangkit dan jaringan kembali beroperasi normal. Hingga Rabu, masyarakat di wilayah Kalselteng masih diminta menggunakan listrik secara efisien, terutama pada waktu beban puncak.

