Singkawang siapkan Festival Bakcang 2026 dengan target 3.000 pelari dalam Bakcang Run untuk dorong wisata budaya, olahraga, dan ekonomi lokal.
Singkawang Siapkan Festival Bakcang 2026, Bakcang Run Ditargetkan Tarik 3.000 Pelari

Singkawang Siapkan Festival Bakcang 2026, Bakcang Run Ditargetkan Tarik 3.000 Pelari

Kalimantan Barat, 10 Juni 2026 Pemerintah Kota Singkawang menyiapkan Festival Bakcang 2026 sebagai salah satu agenda budaya dan pariwisata yang diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bakcang Run menjadi salah satu agenda yang diproyeksikan menyedot perhatian peserta olahraga lari.

Festival Bakcang 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Juni 2026 dan dipusatkan di Taman Cahaya Madani, depan Kantor Wali Kota Singkawang. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan perayaan kuliner khas masyarakat Tionghoa, tetapi juga menghadirkan atraksi budaya yang menjadi ciri kuat keberagaman Kota Singkawang.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian besar adalah Bakcang Run 2026. Pemerintah Kota Singkawang menargetkan ajang lari tersebut dapat diikuti sekitar 3.000 peserta, baik dari Kalimantan Barat maupun luar daerah. Target ini dinilai menjadi peluang untuk memperkuat citra Singkawang sebagai kota wisata budaya sekaligus destinasi sport tourism.

Pelaksanaan Festival Bakcang tahun ini diarahkan tidak sekadar sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang promosi daerah. Melalui perpaduan budaya, kuliner, dan olahraga, pemerintah daerah berharap kegiatan ini bisa memberi dampak langsung terhadap sektor pariwisata, pelaku UMKM, penginapan, transportasi, hingga usaha kuliner lokal.

Bakcang Run menjadi bagian penting karena mampu menghubungkan unsur olahraga dengan daya tarik kota. Kehadiran ribuan peserta diperkirakan dapat meningkatkan pergerakan ekonomi masyarakat, terutama di sekitar lokasi acara dan pusat-pusat aktivitas wisata Singkawang.

Selain itu, festival ini juga menjadi bentuk pelestarian tradisi masyarakat Tionghoa yang telah lama hidup dan berkembang di Singkawang. Bakcang sebagai makanan tradisional memiliki nilai budaya yang kuat, sehingga penyelenggaraan festival diharapkan mampu memperkenalkan warisan tersebut kepada generasi muda dan wisatawan dari luar daerah.

Antusiasme masyarakat terhadap Bakcang Run mulai terlihat dari jumlah pendaftar yang terus meningkat. Media Center Singkawang mencatat peserta yang telah mendaftar mencapai sekitar 1.500 orang, sementara pendaftaran masih dibuka dan berpeluang bertambah menjelang hari pelaksanaan.

Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi panitia dan pemerintah daerah. Jika target 3.000 peserta tercapai, Bakcang Run 2026 berpotensi menjadi salah satu kegiatan olahraga berbasis budaya terbesar dalam rangkaian Festival Bakcang di Singkawang.

Festival Bakcang juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas Singkawang sebagai kota dengan keberagaman budaya yang khas. Selama ini, Singkawang dikenal sebagai salah satu daerah di Kalimantan Barat yang memiliki kekayaan tradisi, kuliner, dan perayaan budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan.

Dengan penyelenggaraan yang lebih terarah, Festival Bakcang 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga masuk dalam kalender wisata unggulan daerah. Pemerintah dan panitia menilai kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan agar mampu memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga nilai budaya yang sudah mengakar di tengah masyarakat.

Melalui target ribuan pelari dan rangkaian atraksi budaya, Singkawang berupaya menjadikan Festival Bakcang 2026 sebagai ruang temu antara tradisi, olahraga, dan promosi pariwisata daerah.