Kalbar, 27 Juni 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 27 hingga 28 Juni 2026. Kondisi cuaca tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer regional yang masih aktif dan mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah. Wilayah seperti Kota Pontianak, Kubu Raya, Ketapang, Sanggau, Sekadau hingga Sintang diprediksi mengalami peningkatan potensi hujan terutama pada siang hingga malam hari.
Pada Sabtu, 27 Juni 2026, BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat dapat terjadi di Kabupaten Bengkayang, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang serta Kota Pontianak. Kondisi cuaca ini juga disertai peluang terjadinya petir dan angin kencang berdurasi singkat di beberapa wilayah pesisir maupun pedalaman. Suhu udara di Kalimantan Barat diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara relatif tinggi mencapai 95 persen. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Warga Diminta Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
Memasuki Minggu, 28 Juni 2026, potensi hujan diprediksi masih terjadi di sejumlah daerah Kalimantan Barat. BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Melawi, Mempawah, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu Raya hingga Kota Singkawang. Intensitas hujan yang cukup tinggi berpeluang memicu genangan di kawasan perkotaan serta meningkatnya debit air di beberapa daerah aliran sungai. Nelayan dan pengguna transportasi sungai juga diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas.
BMKG Kalimantan Barat mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca resmi guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dalam dua hari ke depan. Selain hujan, masyarakat juga diminta mewaspadai sambaran petir dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba terutama pada sore dan malam hari. Di sisi lain, beberapa wilayah yang mengalami jeda hujan tetap berpotensi mengalami peningkatan suhu udara pada siang hari. Kondisi cuaca yang berubah cepat menjadi perhatian penting bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan, petani serta warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.
Baca Juga Berita : Kalimantan Masih Dibayangi Hujan Lokal pada 22–23 Juni 2026

