Asuransi daerah dan sektor wisata menjadi fokus Kalbar dalam memperkuat ekonomi, menjaga aset pemerintah, dan membuka peluang usaha lokal.
Kalbar Dorong Ekonomi Lewat Penguatan Asuransi Daerah dan Sektor Wisata

Kalbar Dorong Ekonomi Lewat Penguatan Asuransi Daerah dan Sektor Wisata

Kalimantan, 2 Juli 2026. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat dua sektor yang dinilai mampu menjaga ketahanan ekonomi daerah, yakni perlindungan aset melalui asuransi daerah dan pengembangan sektor pariwisata. Dua sektor ini dipandang memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan keberlanjutan pembangunan, aktivitas usaha, serta pergerakan ekonomi masyarakat.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menilai keberadaan perusahaan asuransi daerah tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan perlindungan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengelolaan risiko pembangunan. Menurutnya, aset pemerintah yang terus bertambah, mulai dari gedung pelayanan publik, fasilitas kesehatan, infrastruktur jalan, hingga aset produktif lainnya perlu memiliki perlindungan yang lebih terencana.

Penguatan peran asuransi daerah juga dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha. Dengan adanya perlindungan risiko yang lebih baik, kegiatan pembangunan dan pelayanan publik diharapkan dapat berjalan lebih stabil. Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan tata kelola perusahaan agar layanan asuransi mampu berkembang secara profesional dan dipercaya oleh masyarakat.

Selain menekankan pentingnya tata kelola, Pemprov Kalbar juga mendorong sinergi antara perusahaan asuransi daerah, organisasi perangkat daerah, dan badan usaha milik daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan layanan asuransi, terutama dalam perlindungan aset pemerintah dan dukungan terhadap program prioritas pembangunan.

Penguatan Sektor Wisata

Di sisi lain, sektor pariwisata Kalimantan Barat juga menunjukkan pergerakan positif. Aktivitas perjalanan wisatawan nusantara menjadi salah satu indikator meningkatnya mobilitas masyarakat ke daerah tersebut. Berdasarkan data BPS, sepanjang Januari hingga Mei 2026 jumlah perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Kalimantan Barat mencapai 6,33 juta perjalanan, naik 20,24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan jumlah kunjungan tersebut memberi dampak terhadap berbagai sektor pendukung, termasuk perhotelan, transportasi, kuliner, pelaku UMKM, hingga jasa perjalanan. Peningkatan mobilitas wisatawan juga memperkuat perputaran ekonomi lokal, terutama di daerah yang memiliki daya tarik wisata alam, budaya, dan kawasan perbatasan.

Tingkat hunian hotel berbintang di Kalimantan Barat pada Mei 2026 juga tercatat cukup tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan akomodasi masih kuat, baik dari wisatawan, pelaku perjalanan bisnis, maupun agenda pemerintahan. Pergerakan ini menjadi sinyal bahwa sektor jasa masih memiliki ruang besar untuk tumbuh.

Pemerintah daerah melihat pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi yang dapat dikembangkan secara lebih luas. Selain mengandalkan destinasi utama, Kalbar juga memiliki potensi wisata budaya, sungai, kuliner, religi, dan kawasan perbatasan yang dapat dikemas menjadi daya tarik ekonomi baru.

Ekonomi Daerah Perlu Diperkuat dari Banyak Sisi

Dorongan terhadap asuransi daerah dan pariwisata menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Perlindungan aset melalui asuransi menjadi fondasi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, sementara pariwisata membuka ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha lokal.

Ke depan, penguatan tata kelola, inovasi layanan, promosi wisata, dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting agar dua sektor tersebut dapat memberi manfaat lebih besar. Dengan pengelolaan yang tepat, asuransi daerah dan pariwisata dapat menjadi bagian dari strategi Kalbar dalam membangun ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.