Kalimantan, 5 Mei 2026. Banjar Masin segera memiliki Komando Daerah Militer atau Kodam sendiri. Satuan baru tersebut diusulkan menggunakan nama Kodam Lambung Mangkurat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan identitas masyarakat Banua.
Pembentukan Kodam di Kalsel menjadi bagian dari rencana strategis TNI Angkatan Darat agar setiap provinsi memiliki markas komando daerah masing-masing. Saat ini, wilayah Kalimantan Selatan masih berada di bawah Kodam XII/Tambun Bungai yang bermarkas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Pembangunan Makodam Segera Dimulai
Pangdam XII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menyampaikan bahwa proses pembangunan Markas Komando Daerah Militer atau Makodam di Kalimantan Selatan akan segera dimulai.
Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Makodam direncanakan dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Agenda itu disebut menjadi langkah awal menuju terbentuknya Kodam baru di wilayah Kalsel.
Menurut Zainul, persiapan pembentukan Kodam di Kalsel telah menjadi salah satu tugas yang dijalankan sejak dirinya ditunjuk sebagai Pangdam. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga telah dilakukan, terutama terkait kesiapan lahan dan dukungan anggaran.
Nama Lambung Mangkurat Diusulkan ke Pusat
Nama Kodam Lambung Mangkurat telah diusulkan ke pemerintah pusat. Nama tersebut dipilih karena memiliki akar sejarah kuat di Kalimantan Selatan.
Lambung Mangkurat merupakan tokoh penting dalam sejarah masyarakat Banua. Penggunaan nama itu dinilai dapat menjaga marwah sejarah daerah sekaligus menjadi simbol kedekatan satuan militer dengan masyarakat Kalimantan Selatan.
Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan bahwa penamaan Kodam bukan hanya urusan administrasi, tetapi juga menyangkut penghargaan terhadap nilai sejarah dan aspirasi masyarakat daerah.
Bagian dari Renstra TNI AD
Pembentukan Kodam baru di Kalimantan Selatan merupakan bagian dari Renstra TNI AD. Dalam rencana tersebut, setiap provinsi diarahkan memiliki Kodam sendiri agar pengelolaan pertahanan wilayah bisa lebih efektif.
Dengan adanya Kodam di Kalsel, rantai koordinasi pertahanan dan keamanan wilayah diharapkan menjadi lebih dekat. Selama ini, Kalimantan Selatan masih berada dalam komando Kodam yang berkedudukan di provinsi lain.
Keberadaan Kodam baru juga dinilai dapat memperkuat kesiapan teritorial, mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan, serta mendukung stabilitas pembangunan daerah.
Didukung Pemerintah Daerah dan Pusat
Pembangunan Makodam disebut menggunakan skema sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah berkomunikasi dengan pihak TNI AD terkait penyediaan lahan dan dukungan pembiayaan.
Skema tersebut menunjukkan bahwa pembentukan Kodam bukan hanya menjadi kepentingan militer, tetapi juga bagian dari pembangunan kelembagaan di daerah.
Dengan dukungan pemerintah daerah, proses pembangunan diharapkan berjalan lebih cepat dan sesuai kebutuhan strategis wilayah.
Berpotensi Dorong Ekonomi Daerah
Selain aspek pertahanan, keberadaan Kodam baru di Kalimantan Selatan juga diperkirakan berdampak pada perekonomian daerah. Aktivitas pembangunan Makodam, penempatan personel, dan pengembangan satuan pendukung dapat menciptakan perputaran ekonomi baru.
Pangdam mencontohkan, keberadaan satuan militer di daerah dapat mendorong aktivitas ekonomi melalui kebutuhan logistik, hunian, jasa, perdagangan, dan layanan pendukung lainnya.
TNI AD juga tengah mengembangkan Batalyon Teritorial Pembangunan di sejumlah kabupaten. Di Kalsel, beberapa batalyon sudah ada dan jumlahnya direncanakan bertambah secara bertahap.
Kodam Baru Diharapkan Perkuat Stabilitas Kalsel
Pembentukan Kodam Lambung Mangkurat diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat stabilitas Kalimantan Selatan. Selain meningkatkan efektivitas komando kewilayahan, keberadaan Kodam juga dapat memperkuat sinergi TNI dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Jika pembangunan Makodam berjalan sesuai rencana, Kalimantan Selatan akan memiliki komando militer daerah sendiri. Kehadiran Kodam Lambung Mangkurat diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga ikut mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Banua.
Baca Juga Berita : Pemkab Tapin Kirim 126 Kades Ikuti Retreat Penguatan di Kalimantan

