Kalimantan, 28 Mei 2026. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut atau TNI AL menggelar latihan manuver kapal laut dan misi evakuasi korban di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai situasi darurat di wilayah laut Kalimantan.
Latihan tersebut berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, dan diinformasikan melalui keterangan resmi yang disiarkan pada Kamis, 28 Mei 2026. Kegiatan dilakukan oleh unsur BKO Guspurla Koarmada II dengan melibatkan kapal perang dan helikopter TNI AL.
Dalam latihan tersebut, prajurit TNI AL menjalankan skenario penyelamatan korban di atas kapal. Simulasi ini dilakukan untuk menguji kecepatan, ketepatan, serta koordinasi antarunsur saat menghadapi kondisi darurat di laut.
Selain evakuasi, latihan juga mencakup manuver kapal perang di perairan Balikpapan. Kemampuan ini dinilai penting karena wilayah laut Kalimantan memiliki aktivitas pelayaran yang cukup padat, baik untuk kepentingan ekonomi, distribusi logistik, maupun pengamanan jalur perairan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, menyebut latihan tersebut melibatkan dua Kapal Perang Republik Indonesia dan satu helikopter. Unsur yang dikerahkan yakni KRI Bung Hatta-370, KRI Teluk Kupang-519, serta Heli HS-1302.
Kehadiran helikopter dalam latihan menjadi bagian penting untuk mendukung proses evakuasi dari kapal. Dengan dukungan udara, proses pemindahan korban dapat dilakukan lebih cepat, terutama dalam situasi yang sulit dijangkau hanya dengan kapal.
Komandan Guspurla Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, menegaskan bahwa latihan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kesiapan unsur dan prajurit. Menurutnya, kesiapan tersebut dibutuhkan agar personel mampu menghadapi dinamika tugas di lapangan.
Latihan semacam ini juga menjadi sarana evaluasi bagi satuan TNI AL dalam memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar. Mulai dari komunikasi antarpersonel, pergerakan kapal, pengamanan area latihan, hingga proses evakuasi korban.
Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan memperhatikan standar keamanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan personel serta alat utama sistem senjata yang digunakan selama kegiatan berlangsung.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, latihan berjalan lancar tanpa adanya korban personel maupun kerusakan alutsista. Kondisi ini menunjukkan bahwa prosedur keselamatan dalam latihan dapat dijalankan dengan baik.
Perairan Balikpapan menjadi salah satu kawasan penting di Kalimantan Timur. Aktivitas pelayaran, industri, hingga distribusi energi membuat wilayah ini membutuhkan pengawasan dan kesiapsiagaan yang kuat.
Melalui latihan evakuasi dan manuver kapal, TNI AL berupaya memastikan unsur laut tetap siap menjalankan tugas, baik dalam operasi pengamanan, penyelamatan, maupun respons terhadap situasi darurat di perairan Kalimantan.

