BMKG memperingatkan potensi banjir rob di Perairan Tarakan, Kalimantan Utara, dan sebagian bantaran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, pada 18 Juli 2026.
Warga Pesisir Kaltara dan Kalbar Diminta Waspadai Potensi Banjir Rob

Warga Pesisir Kaltara dan Kalbar Diminta Waspadai Potensi Banjir Rob

Kalimantan, 18 Juli 2026. Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Kalimantan Utara dan bantaran Sungai Kapuas di Kalimantan Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat potensi rob di Perairan Tarakan, Kalimantan Utara, berlangsung pada periode 15 hingga 19 Juli 2026. Sementara itu, sebagian kecil wilayah bantaran Sungai Kapuas di Kalimantan Barat diperkirakan masih menghadapi risiko serupa hingga 18 Juli 2026.

Potensi kenaikan muka air laut tersebut berkaitan dengan fenomena Super New Moon, yakni peristiwa bulan baru yang terjadi saat posisi bulan berada relatif dekat dengan bumi. Fenomena yang berlangsung pada 14 Juli 2026 itu dapat mendorong peningkatan ketinggian pasang maksimum di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

BMKG menjelaskan bahwa prakiraan dibuat berdasarkan pemantauan tinggi muka air dan perhitungan pasang surut. Kondisi setiap daerah dapat berbeda bergantung pada bentuk garis pantai, aliran sungai, cuaca lokal, serta waktu terjadinya pasang tertinggi.

Aktivitas Pelabuhan dan Permukiman Bisa Terganggu

Di Kalimantan Utara, kawasan sekitar Perairan Tarakan menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian. Air pasang berpotensi memasuki wilayah rendah yang berada dekat pantai, pelabuhan, dermaga rakyat maupun permukiman pesisir.

Warga disarankan mengamankan barang-barang penting dan peralatan elektronik dari lantai rumah apabila tempat tinggal mereka pernah terdampak rob. Pemilik perahu juga perlu memperhatikan perubahan arus serta posisi tambatan agar kapal tidak terlepas saat permukaan air meningkat.

Prakiraan maritim BMKG untuk Perairan Tarakan pada periode 17–20 Juli menunjukkan kondisi gelombang berada dalam kategori rendah. Meski demikian, rendahnya gelombang tidak menghilangkan kemungkinan terjadinya genangan akibat pasang maksimum.

Di Kalimantan Barat, perhatian diarahkan pada sebagian kecil bantaran Sungai Kapuas. Pengaruh pasang laut dapat bergerak memasuki aliran sungai dan menyebabkan kenaikan permukaan air, terutama pada daerah rendah yang memiliki saluran drainase terbatas.

Warga Diminta Memantau Perubahan Air

Banjir rob dapat mengganggu kegiatan masyarakat di sekitar pelabuhan, proses bongkar muat, perjalanan melalui jalan pesisir, aktivitas permukiman, serta usaha perikanan. Genangan juga dapat berlangsung lebih lama ketika pasang tinggi bertepatan dengan hujan atau aliran air dari daratan.

Masyarakat diminta tidak memaksakan perjalanan melewati jalan yang telah tergenang apabila kedalaman air tidak diketahui. Pengendara juga perlu berhati-hati karena air laut dapat mempercepat kerusakan kendaraan dan menutupi lubang di permukaan jalan.

BMKG mengimbau warga mengikuti informasi terbaru dari kanal resmi cuaca maritim dan arahan pemerintah daerah. Nelayan, operator pelabuhan, pengelola tambak serta warga bantaran sungai perlu memperhatikan waktu pasang tertinggi karena kondisi muka air dapat berubah dalam waktu relatif cepat.