Kalimantan, 9 Juni 2026. Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Palangka Raya menyiapkan 220 petugas lapangan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Para petugas tersebut akan diterjunkan guna mendata aktivitas usaha dan kondisi ekonomi masyarakat secara langsung di wilayah Kota Palangka Raya.
Pendataan dilakukan dengan metode kunjungan dari rumah ke rumah serta menyasar berbagai pelaku usaha. Tidak hanya usaha besar dan menengah, sektor mikro juga menjadi bagian penting dalam pendataan ini karena dinilai memiliki peran besar dalam perputaran ekonomi masyarakat.
Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos A Residul, menyampaikan bahwa seluruh petugas yang dilibatkan merupakan mitra statistik yang akan bekerja di lapangan sesuai prosedur pendataan. Sebelum bertugas, mereka terlebih dahulu mengikuti pelatihan agar memahami konsep, teknis wawancara, dan tata cara pengumpulan data sesuai standar sensus.
Pelatihan bagi petugas menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan pendataan. Melalui pelatihan tersebut, petugas diberikan pemahaman mengenai ruang lingkup Sensus Ekonomi 2026, cara berkomunikasi dengan responden, hingga mekanisme pencatatan data.
Langkah ini dilakukan agar data yang dikumpulkan tidak sekadar lengkap, tetapi juga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. BPS menilai kualitas petugas lapangan sangat menentukan keberhasilan sensus, terutama karena mereka akan berhadapan langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha.
Dalam proses pendataan, petugas akan mengumpulkan berbagai informasi terkait kegiatan ekonomi. Data tersebut mencakup karakteristik usaha, legalitas, aset, pendapatan, pengeluaran, hingga gambaran sosial ekonomi rumah tangga.
Sensus Ekonomi 2026 di Palangka Raya tidak hanya menyasar pelaku usaha berskala besar. Usaha kecil, pedagang, pelaku UMKM, hingga kegiatan ekonomi rumah tangga juga menjadi bagian dari objek pendataan.
Pendekatan menyeluruh ini diperlukan agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi ekonomi daerah. Dengan data yang lebih rinci, kebijakan pembangunan, pembinaan usaha, dan perencanaan program ekonomi dapat disusun lebih tepat sasaran.
Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus. Data yang diberikan akan digunakan untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan, bukan untuk kepentingan individu tertentu.
Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi salah satu rujukan penting bagi pemerintah dalam membaca struktur ekonomi Kota Palangka Raya. Data tersebut juga dapat membantu melihat perkembangan sektor usaha, sebaran aktivitas ekonomi, serta kebutuhan dukungan bagi pelaku usaha lokal.
Bagi pemerintah daerah, data yang akurat menjadi dasar dalam menyusun program yang lebih relevan dengan kondisi lapangan. Sementara bagi pelaku usaha, hasil sensus dapat memberi gambaran mengenai arah pertumbuhan ekonomi dan potensi pengembangan usaha di daerah.
Pelaksanaan sensus ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya data. Tanpa partisipasi warga dan pelaku usaha, potret ekonomi daerah tidak akan tergambar secara lengkap.
Dengan menyiapkan 220 petugas, BPS Kota Palangka Raya berharap proses pendataan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan menghasilkan data yang benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Baca Berita Lainnya : Pemkot Pontianak Optimalkan SILPA, Fokus Genjot Pembangunan Prioritas

