IKN diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan sekaligus motor ekonomi baru melalui investasi, konektivitas, UMKM, dan pemerataan pembangunan.
IKN Diproyeksikan Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru di Kawasan Timur

IKN Diproyeksikan Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru di Kawasan Timur

Kalimantan, 11 Juli 2026. Pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN dinilai memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjadi lokasi baru pusat pemerintahan Indonesia. Kehadiran kawasan tersebut juga diproyeksikan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Kalimantan sekaligus memperkuat aktivitas perdagangan di kawasan timur Indonesia.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo ketika melakukan kunjungan kerja ke kawasan IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurut Rahayu, pemindahan pusat pemerintahan dapat menjadi momentum untuk mengurangi ketimpangan pembangunan yang selama ini masih banyak bertumpu di Pulau Jawa. Aktivitas pembangunan, investasi, pelayanan publik, serta bertambahnya pergerakan masyarakat di kawasan IKN diharapkan menghasilkan efek berantai bagi perekonomian daerah.

Posisi IKN Dinilai Strategis bagi Distribusi Nasional

Lokasi IKN yang berada di bagian tengah wilayah Indonesia dinilai memberikan keuntungan strategis bagi sistem distribusi barang. Kawasan tersebut berpotensi berkembang menjadi salah satu simpul logistik baru yang menghubungkan wilayah barat dan timur Indonesia.

Selama ini, tingginya biaya pengiriman masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha, terutama untuk mendistribusikan barang dari Pulau Jawa menuju wilayah timur. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap harga barang, daya saing industri, dan kecepatan pertumbuhan ekonomi di daerah yang masih bergantung pada pasokan dari pusat produksi di Jawa.

Pembangunan jaringan jalan, jalan tol, serta sarana transportasi antardaerah di sekitar IKN diharapkan dapat memperpendek jalur distribusi. Infrastruktur yang terhubung juga dapat mendorong munculnya pusat pergudangan, perdagangan, jasa transportasi, dan industri pendukung di Kalimantan Timur.

Dengan terbentuknya pusat distribusi baru, arus barang diharapkan tidak lagi terpusat pada satu wilayah. Pelaku usaha dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua berpeluang memperoleh akses logistik yang lebih efisien apabila konektivitas IKN dikembangkan secara konsisten.

UMKM Lokal Perlu Mendapat Ruang Lebih Besar

Komisi VII DPR RI juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sekitar dalam perkembangan ekonomi IKN. Pembangunan fisik dinilai belum cukup apabila manfaat ekonominya tidak dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Penggunaan produk dalam negeri, material lokal, serta tenaga kerja dari wilayah sekitar mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut. Tingkat Komponen Dalam Negeri dalam pembangunan IKN diapresiasi, tetapi partisipasi UMKM dan industri kecil masih perlu diperluas agar mereka dapat menjadi bagian dari rantai pasok kawasan ibu kota baru.

Pelaku usaha lokal dapat dilibatkan dalam berbagai bidang, seperti penyediaan makanan, kerajinan, jasa penginapan, transportasi, perlengkapan kegiatan, hingga pengelolaan destinasi wisata. Keterlibatan tersebut diperlukan agar pertumbuhan kawasan tidak hanya menguntungkan perusahaan besar dan investor.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa sejumlah program peningkatan kapasitas telah diberikan kepada masyarakat sekitar. Program itu antara lain pelatihan kuliner, pelayanan perhotelan, pemasaran produk, pendampingan sertifikasi halal, pengembangan komunitas digital, serta pelatihan kewirausahaan.

Otorita IKN juga berupaya membuka akses pasar dengan menyediakan ruang usaha bersama mitra pembangunan. Salah satu kawasan yang tengah dikembangkan adalah Nusantara Park dengan luas sekitar 3,8 hektare, yang direncanakan turut menyediakan ruang bagi kegiatan ekonomi dan usaha lokal.

Pariwisata Sekitar IKN Berpeluang Ikut Berkembang

Peningkatan jumlah kunjungan ke IKN juga diperkirakan membawa dampak bagi sektor pariwisata. Masyarakat yang datang untuk urusan pemerintahan, bisnis, pendidikan, atau kegiatan konferensi berpotensi mengunjungi destinasi di wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Desa wisata, kawasan konservasi, kebudayaan masyarakat lokal, kerajinan tradisional, dan lingkungan hutan Kalimantan dapat dikembangkan menjadi daya tarik tambahan. Potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas akses jalan, penginapan, pemandu wisata, kebersihan, keamanan, serta promosi yang terarah.

Konsep IKN sebagai kota hutan dan kota pintar juga dinilai dapat memberikan identitas berbeda dibandingkan kota besar lainnya. Penggunaan teknologi, energi terbarukan, ruang hijau, serta pembangunan yang memperhatikan lingkungan diharapkan menjadikan Nusantara sebagai contoh pengembangan kota modern yang berkelanjutan.

Selain wisata alam dan budaya, IKN dinilai memiliki peluang menjadi lokasi kegiatan pertemuan, konferensi, pameran, dan perjalanan insentif. Kehadiran hotel, fasilitas kegiatan, kawasan komersial, dan jaringan transportasi dapat memperkuat sektor jasa sekaligus menciptakan permintaan baru bagi tenaga kerja lokal.

Pertumbuhan Harus Berjalan Secara Inklusif

Besarnya peluang ekonomi dari pembangunan IKN tetap membutuhkan perencanaan yang matang. Pemerintah dan Otorita IKN perlu memastikan pertumbuhan kawasan berjalan secara inklusif, tidak menggeser masyarakat lokal, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan Kalimantan.

Peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi salah satu bagian penting agar masyarakat sekitar mampu mengambil peluang yang muncul. Tanpa pelatihan dan akses usaha yang memadai, warga lokal berisiko hanya menjadi penonton dalam perkembangan kawasan tersebut.

Karena itu, pembangunan IKN tidak cukup diukur dari selesainya gedung pemerintahan dan infrastruktur. Keberhasilannya juga akan ditentukan oleh terbentuknya lapangan kerja, berkembangnya UMKM, menurunnya biaya distribusi, meningkatnya investasi produktif, serta tumbuhnya pusat ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Dengan konektivitas yang semakin kuat dan keterlibatan masyarakat yang luas, IKN berpeluang menjadi penggerak pemerataan pembangunan nasional. Kawasan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan pusat administrasi negara, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi Kalimantan dan wilayah timur Indonesia.